Hari itu udara begitu panas. Di bulan Ramadhan kali ini, Via bertekad untuk bisa puasa penuh selama 15 hari. Kata mamanya, kalau dia bisa memenuhi target tersebut, siswi kelas II SD itu akan dibelikan sepeda yang diidam-idamkan.
Tekad yang bulat, serta sepeda yang mngkilat-kilat dalam benak Via, membuatnya berusaha bertahan untuk tidak buka puasa di tengah siang yang terik itu. Sang mama yang merasa tidak tega, sempat terpikir untuk membiarkannya berbuka puasa. Namun melihat semangat anaknya, sang mama akhirnya memutuskan menunggu hingga Via sendiri yang menginginkan untuk berbuka.
Diperhatikan wajah anaknya yang mulai terlihat lemas, pucat dan kuyu. Namun setiap kali setelah masuk kamar, wajah Via kembali berseri riang, walau pucatnya tidak hilang. Penasaran, ketika Via kembali masuk kamar, sang mama mengintipnya dari balik pintu.
Di dalam kamar Via terlihat duduk menengadahkan kedua tangannya. Sebuah handphone diletakkan di pangkuan, handphone Via sendiri pemberian papanya. Sang mama mendengar bunyi berbisik, dilihatnya bibir Via komat-kamit, seperti dukun merapal mantra. Sang mama tidak bisa menahan diri untuk bertanya…
Mama : Via, sedang apa kamu sayang?
Via : (kaget) Eh, Mama? Vi..Via lagi doa Ma..
Mama : (menghampiri Via) Berdoa? Doa apa sayang?
Via : Doa buat ngilangin laper Ma.
Mama : (bingung) Oya? Memang ada doa seperti itu?
Via : Ada nih Ma, Via di sms sama Nazwa (menunjukkan
handphonenya).
Mama : (membaca sms di handphone Via)
Mama : (menahan tawa)
Mama : Emang Via habis baca doa ini, laparnya hilang?
Via : (semangat) Iya Ma!
Mama : (masih menahan tawa) Kamu yakin sayang?
Via : (mulai ragu) Beneran koq Ma..
Mama : Kalau kamu lapar, kamu boleh buka koq sayang.
Via : Beneran Ma boleh buka? Soalnya dari tadi Via baca
tapi masih laper juga… (akhirnya mengaku)
Mama : (akhirnya ketawa juga)
Mau tau doa dari Nazwa?
“Adh dhuhmaa’ wallaudah baaringzana baaringzini wamaasilafar wa’awuz wamaumaati waliyyatjam wamaasihlamaa wakadaafur watakaadafafa wattahanlaghiaza. Aamiin.”
*sebuah kenangan Ramadhan dari ponakan tersayang